Yang Anda terima

Satu dokumen, dan untuk apa persisnya ia boleh diklaim.

Halaman ini ada karena beda antara menuntaskan pelatihan dan dinyatakan kompeten terus-menerus dikaburkan di industri ini, dan yang membayar akibat kaburnya biasanya justru orang yang memegang sertifikatnya.

Cara belajarnya

Satu modul, lima langkah, beserta durasinya.

Ini urutan yang diikuti tiap modul, bukan klaim tentang seberapa bagusnya. Durasinya adalah durasi sungguhan yang ditetapkan trainernya.

  1. 01 Baca konsepnya Panel konsepnya sengaja pendek. Sebagian besar jatah waktu dipakai untuk latihan, karena yang membangun ingatan adalah mengerjakan, bukan melihat orang lain mengerjakan. 4 sampai 6 mnt
  2. 02 Baca tujuan pembelajarannya sebelum mulai Tiap modul menyatakan di muka apa yang bisa Anda lakukan setelahnya, ditulis sebagai hal yang teramati. Anda membacanya sebelum mengeluarkan uang, jadi Anda bisa tahu modul ini untuk Anda atau bukan, bukan baru sadar di bagian keempat. 1 mnt
  3. 03 Unduh templatenya, kerjakan sendiri Artefak kerja sungguhan, bukan kuis tentang bacaannya: satu uraian jabatan, satu perhitungan beban kerja, satu naskah percakapan. Anda mengerjakannya di komputer sendiri, dengan kecepatan sendiri, dan berkasnya tetap milik Anda. Tidak ada yang diunggah ke sini dan tidak ada yang dinilai di sini. Sesuai tempo Anda
  4. 04 Kerjakan quiz-nya, diperiksa seketika Pilihan ganda dan isian pendek, diperiksa begitu Anda menjawab, dan jawaban benarnya diperlihatkan tepat di belakang tebakan yang keliru. Percobaannya tidak terbatas, tidak pernah dihitung sebagai kekurangan, dan tidak dilaporkan ke siapa pun. Hanya inilah yang dinilai Nusva. Seketika
  5. 05 Datang lagi besok pagi Dua pertanyaan dari yang Anda kerjakan kemarin, dijawab dengan satu jempol. Tanpa hitungan beruntun, tanpa poin, tanpa papan peringkat, tanpa notifikasi rasa bersalah. Hari yang bolong dibiarkan bolong dan tidak ada yang memarahi Anda. 30 dtk per hari

Apa pun yang Anda hasilkan dengan template itu tinggal di komputer Anda. Ia tidak pernah sampai ke kami. Yang kami catat cuma bagian mana yang sudah Anda tuntaskan dan bagaimana quiz-nya, dan dari situ sertifikatnya dibuat.

Dokumen yang diterbitkan Nusva

Sertifikat Penyelesaian Pelatihan

Terbit setelah peserta melewati seluruh bagian modul dan lulus quiz-nya. Isinya menyatakan satu hal: orang ini menuntaskan pelatihan ini. Tujuan pembelajarannya ikut tercetak, jadi yang membaca tahu apa saja yang dilatih.

Ia tidak menyatakan orangnya terampil, dan tidak menyatakan apa pun tentang karya yang ia hasilkan, karena kami memang tidak pernah melihatnya. Latihannya dikerjakan di komputer sendiri, pakai template yang diunduh.

Jumlah percobaan quiz tidak dicetak dan tidak dihitung sebagai kekurangan siapa pun. Orang yang perlu enam kali sampai sebuah soal tepat telah mempelajarinya sama baiknya dengan yang cukup sekali, dan sering kali lebih baik.

Sertifikat Penyelesaian
Menulis Notula Rapat yang Dipakai Orang Lain Tujuan pembelajaran · jalur umum · 33 menit
Menyebut keputusan yang diambil, bukan jalannya pembicaraan
Memberi tiap tindak lanjut nama orang dan tanggalnya
Menulis agar orang yang tidak hadir bisa mengikutinya tanpa bertanya

Complete berarti pelatihannya dituntaskan dan quiz-nya lulus. Itu bukan vonis kompetensi, dan bukan pernyataan tentang karya yang tidak pernah dilihat Nusva. Asesmen kompetensi adalah wilayah LSP berlisensi BNSP.

Untuk pembeli, bukan untuk pengacara

Complete dan Kompeten adalah dua kata yang berbeda.

Versi hukumnya ada di kaki tiap halaman. Ini versi operasionalnya: apa yang boleh Anda tulis, dan apa yang akan menyeret Anda ke masalah.

Boleh Anda tulis

  • Di laporan pelatihan tahunan: jumlah peserta yang menuntaskan pelatihan, modul yang diambil, dan jam pelatihannya.
  • Di berkas karyawan: Sertifikat Penyelesaian Pelatihan dari Nusva Learning, beserta judul modul dan tanggalnya.
  • Di rencana pengembangan: pelatihannya diambil sebagai persiapan sebelum uji kompetensi di LSP.
  • Di audit ISO atau audit internal: bukti bahwa program pelatihan dijalankan, beserta tujuan pembelajaran dan catatan ketuntasannya.

Tidak boleh Anda klaim

  • Bahwa orangnya bersertifikat kompeten. Tidak ada seorang pun di Nusva yang berstatus asesor, dan Nusva tidak memegang lisensi BNSP.
  • Bahwa sertifikatnya memenuhi persyaratan regulasi untuk tenaga bersertifikat. Ia tidak memenuhinya, di mana pun.
  • Bahwa Nusva berafiliasi dengan LSP, dengan BNSP, atau didukung Kemnaker. Tidak satu pun dari itu benar.
  • Bahwa kode unit SKKNI pada sebuah modul berarti unitnya sudah diasesmen. Kodenya menyebutkan acuan kurikulum, tidak lebih.

Kalau orang Anda akan mengikuti uji kompetensi di LSP, yang membantunya adalah karya yang ia kerjakan sendiri di komputernya memakai template dari modulnya. Asesor bekerja dari bukti unjuk kerja, dan sebagian besar peserta datang tanpa membawanya, lalu harus menyusun ulang dari ingatan apa yang ia kerjakan berbulan-bulan lalu. Orang yang menyimpan template yang sudah ia isi datang membawa sesuatu untuk ditunjukkan. Nusva tidak memegang karya itu dan tidak menjaminnya; ia hanya memberi templatenya dan alasan untuk mengisinya.

Privasi

Yang sengaja tidak kami kumpulkan.

Ditulis sebagai prinsip, bukan sebagai dokumen kebijakan, karena kebijakan yang tidak dibaca siapa pun tidak melindungi siapa pun.

Ketentuan layanan lengkapnya sedang disusun bersama penasihat hukum dan terbit sebelum peluncuran publik. Sampai saat itu, prinsip di atas adalah apa yang memang dijalankan produknya, dan ditegakkan langsung di basis datanya.

Posisi produk

Nusva melatih. Nusva tidak menyertifikasi.

Nusva Learning adalah penyedia pelatihan online, terbuka untuk modul technical dan hard skill, soft skill, digital, bahasa, dan bidang umum. Sebagian track-nya memakai SKKNI sebagai kerangka kurikulum, dan itu satu pilihan di antara beberapa, bukan definisi platformnya. Kerangka adalah cara menata apa yang diajarkan; ia tidak pernah jadi klaim kewenangan.

Nusva tidak menyediakan jasa asesmen, jasa asesor, uji kompetensi, maupun sertifikasi kompetensi. Keempatnya adalah wilayah LSP berlisensi BNSP. Nusva tidak berafiliasi dengan LSP maupun BNSP, dan tidak mengklaim endorsement Kemnaker.

Kedua dokumen yang diterbitkan Nusva memuat disclaimer ini secara permanen, di dokumennya sendiri, bukan di catatan kaki di tempat lain. Kalau ada pesaing yang mengatakan sertifikat penyelesaiannya membuat seseorang jadi bersertifikat kompeten, itulah kalimat yang layak Anda minta ditulis hitam di atas putih.

Lihat katalog Tanyakan sesuatu